Tiga Kenikmatan

Posting Komentar


Ajo Aguih, seorang perantau dari Piaman yang kerjanya berjualan sate di Jakarta. Ia hanya sempat pulang ke Pariaman dua kali dalam setahun.
Istrinya tinggal di Pariaman karena harus mengurus orang tuanya yang sudah uzur dan sakit-sakitan.
Seorang perantau lain yang datang ke Jakarta bersama seluruh anggota keluarganya, bertetangga dengan Ajo Aguih.
Pada suatu ketika, orang itu berkunjung ke rumah Ajo Aguih. Mereka saling mengutarakan pengalaman dan keadaan penghidupannya masing-masing. Di samping ngobrol tentang suka dukanya menjadi perantau.
"Nikmat apa yang Ajo dapatkan di sini kalau istri dan anak-anak Anda masih tinggal jauh di kampuang?" tanya tamu itu.
"Justru karena kami berpisah berjauhan, saya dapat merasakan tiga kenikmatan,"jawab Ajo Aguih.
"Apa saja tiga macam kenikmatan itu?"
"Pertama, nikmatnya air mata perpisahan ketika saya hendak meninggalkan mereka. Kedua, air mata kerinduan ketika berada di rantau seperti sekarang ini. Yang ketiga, air mata pertemuan ketika saya pulang nanti. Ketiga macam nikmat seperti itu tidak mungkin Anda rasakan, karena Anda merantau bersama keluarga."


Sumber: Cerita islami



Related Posts

Posting Komentar