Kelompok Al-Qiyadah

Posting Komentar


Kelompok Al-Qiyadah Al-Islamiyah kini menuai badai. Setelah pengikutnya di beberapa daerah diberangus, kini giliran pimpinan tertinggi Al-Qiyadah yakni Ahmad Mushaddeq yang berurusan dengan polisi. Mushaddeq ditangkap polisi. Demikian dikonfirmasi Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Polisi Adang Firman, Selasa (30/10).

Adang membeberkan Mushaddeq bersama enam pengikutnya menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya, Senin malam kemarin. Mushaddeq dan para penganut Al-Qiyadah hingga kini masih diperiksa intensif. Sedangkan enam pengikut lainnya masih bersembunyi dan masuk daftar pencarian orang.

Saat datang ke kantor polisi, Mushaddeq menyerahkan beberapa buku karangannya yang tersebar di kalangan internal Al-Qiyadah. Pria bernama asli Abdul Salam atau Abu Salam itu juga mengaku memiliki 41 ribu murid yang tersebar di sembilan kota di Indonesia. Sebanyak 60 persen adalah mahasiswa dan mayoritas berada di Jakarta yakni 8.972 murid.

Kepada polisi, Mushaddeq mengaku mendapat wahyu sebagai nabi sejak enam tahun lalu di Gunung Bundar, Bogor, Jawa Barat. Pria kelahiran 21 April 1944 yang pernah menjadi pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia dari 1971 hingga 1992 ini tetap meyakini kebenaran ajarannya. Karena itu, polisi berencana memeriksakan Mushaddeq ke psikolog.(TOZ/Nina Bahri dan Doni Indradi/liputan6)

Sumber : Swaramuslim.com

Related Posts

Posting Komentar